Tiga Pelaku Ditangkap Polsek Panti Gara-gara Salurkan Internet Ilegal ke 780 Warga - Kabare Jember

Breaking

Tiga Pelaku Ditangkap Polsek Panti Gara-gara Salurkan Internet Ilegal ke 780 Warga

Tiga Pelaku Ditangkap Polsek Panti Gara-gara Salurkan Internet Ilegal ke 780 Warga

 




Jember,kabarejember.com - Unit Reskrim Polsek Panti kabupaten Jember  ungkap perkara tindak pidana penyelenggaraan jasa telokomunikasi atau jaringan telokomunikasi tanpa ijin sebagaimana dimaksud pasal 47 jo Pasal 11 Ayat 1 jo Pasal 7 Huruf a Undang Undang RI No 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja perubahan atas Undang Undang No.36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi .

(Rabu, 09/11/2022 ).


3 Pria asal Desa Kemuningsari lor kecamatan Panti Jember harus mendekam di kamar prodeo Polsek Panti, lantaran diduga menjual jaringan internet atau WiFi ilegal ke 780 pelanggan .


Ketiga tersangka tersebut berinisial :

1. ECH (29 Tahun)beralamat alamat Dusun Krajan Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten  Jember

2. AB (49Tahun)  alamat Dusun Krajan Desa Kemuningsari lor Kecamatan Panti Kabupaten jember, dan

3. ZH (42 Tahun)  alamat Dusun Krajan Desa Kemuningsari lor KecamatanPanti Kabupaten jember. 


Kapolsek Panti Jember Iptu Lilik Sukoco,SH melalui Kanit Reskrim Aipda Beny Wicaksono,SH saat dikonfirmasi wartawan media ini  membenarkan kejadian tindak pidana tersebut.


“Tersangka memanfaatkan ketidaktahuan warga atau pelangganya, dan memanfaatkan pengetahuan dirinya yang lebih tentang informasi teknologi (IT) yang merugikan negara dan masyarakat.  


Barang bukti yang berhasil kami amankan dari tersangka yakni :

- 1 (satu) buah rak server warna putih

- 1 (satu) buah mikrotik RB 4011

- 1 (satu) buah mikrotik CCR 1009

- 1 (satu) buah mikrotik RB 3001

- 1 (satu) buah mikrotik RB 1100 HX4

- 1 (satu) buah mikrotik RB Haplite

- 2 (dua) buah Hub Merk D-Link

- 1 (satu) buah Switch Hub merk tenda

- 1(satu) Buah OLT merk ZTE

- 8 (delapan) buah Modem merk ZTE

- 11 (sebelas) uah router merk D-Link

- 4 (empat Buah router merk TP Link

- 1(satu) buah splesing merk AITELONG SAT-17s

- 1(satu) Buah UPS merk ICCA

- 2(dua) buah battery merk Shoto

- 1(satu) buah power supply merk ROHS

- 8(delapan) buah adaptor kecil

- Kabel Fiber Optic panjang 10 meter

- Kabel LAN panjang 10 Meter

- 6(enam) lembar Struk pembayaran paket Indihome dan 

- Buku data pelanggan."   

tutur Kanit Reskrim Polsek Panti Jember, Kamis (10/11/2022).


Terungkapnya perkara tindak pidana  ini berawal dari laporan nomor : LP/A/9/Xl/2022/JTM/RES JBR/SEK PANTI, tertanggal 9 November 2022 .


Beberapa saat kemudian setelah menerima laporan tersebut, unit Reskrim Polsek Panti  langsung mendatangi rumah pelaku dan melakukan pengeledahan.


Hasilnya, saat petugas mendatangi TKP, lalu masuk ke dalam ruangan Server yang berada di rumah tersangka, dan didapatkan petunjuk bahwa ketiga tersangka bekerjasama melakukan aksinya dengan cara berlangganan paket internet indihome milik PT Telkom sebanyak 6 ( enam ) paket indihome telkom dengan menggunakan ID pelanggan yang berbeda - beda dengan mencatut nama orang lain, nama Kantor Desa Kemuningsari Lor serta nama Sekolah Dasar ( SD) kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember dengan kuota bulanan sebanyak 200 Mbps. Tiap paket indihome biaya perbulan sebesar Rp. 1.900.000 ( Satu juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah ) per paket indihome.


Kecerdasan ketiga pelaku tersebut dalam aksinya yaitu membuat jaringan internet bermuara pada satu sumber dan  disalurkan secara bercabang - cabang ke 780 pelanggannya dengan menggunakan peralatan khusus.


Selanjutnya seluruh kuota internet Indihome tersebut di tampung dan di bagi bagi menjadi 2 Mbps untuk tiap pelanggan, lalu kouta tersebut diperkuat menggunakan alat berupa OLT sehingga kuota internet tersebut siap di salurkan ke pelanggan dengan menggunakan kabel Fiber Optik yang sebelumnya oleh ketiga pelaku itu di rumah pelanggan sudah di siapkan alat berupa Router untuk memancarkan signal wifi yang dapat di gunakan oleh pelanggan dengan tarif pasang awal Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) dan biaya bulanan Rp 100.000 (seratus ribu rupiah).


ketiga pelaku diduga bekerja sama dalam pembelian peralatan server tersebut, dan sudah dilakukan selama 3(tiga) tahun.


Rencana sebagai tindak proses hukum selanjutnya, unit Reskrim Polsek Panti Jember akan :

- Melakukan koordinasi dengan PT Telkom area jember

- Melakukan proses sidik perkara tersebut, dan  

- Melakukan koordinasi dan riksa saksi ahli dari Kementrian kominfo


Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 47 Jo pasal 11 Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi.


Adapun Pasal 11 ayat (1)  UU RI No. 11 Tahun 2020  berbunyi, "penyelenggaraan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dapat dilaksanakan setelah memenuhi Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat".


Bila melanggar Pasal 11 ayat (1), pihak yang bersangkutan akan dikenai hukuman yang diatur dalam UU Cipta Kerja Pasal 47, berbunyi:


Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.50O.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

( A.Mulyono )

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact