Jual Obat Terlarang Di depan Masjid, Pemuda Diciduk Polisi - Kabare Jember

Breaking

Jual Obat Terlarang Di depan Masjid, Pemuda Diciduk Polisi

Jual Obat Terlarang Di depan Masjid, Pemuda Diciduk Polisi



Jember,kabarejember.com -----Hari Rabu, tanggal 11 Mei 2022 pkl. 19.00 wib, Unit Reskrim Polsek  Arjasa telah mengungkap dugaan perkara tindak pidana yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 Subs Pasal 197 Undang Undang R.I. No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan Sebagaimana perubahan dalam Pasal 60 UU RI no. 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja.


MUHAMMAD AJI bin SARUJI ( 20 Tahun) Alamat Jl. Flamboyan dusun Tegallo Rt 04 Rw 08 Desa Biting Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

harus meringkuk dibalik jeruji besi di kamar prodio Polsek Arjasa Jember  lantaran mengedarkan obat terlarang.


Tersangka kedapatan melakukan transaksi obat terlarang sebanyak 6 paket obat berwarna putih berlogo Y yang positif mengandung Trihexyphenidyl  dan Dekstrometorfan ini harus menerima ganjaran ancaman pidana penjara selama 15 tahun.


Kapolsek Arjasa AKP. Adam, SH melalui Kanit

Reskrim  Ipda Arip Sugiarto,SH. membenarkan perihal terjadinya tindak pidana tersebut.  Muhammad Aji ( tersangka )ini  dikenai dua pasal, yaitu Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Subs Pasal 197

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009." Ucap Arip.


Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat, atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. 


Pasal 197 Undang - undang RI No. 36 tahun 2009 ,yang berbunyi "setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dalam Pasal 106 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar.

 

Lanjut Kanit Reskrim, bahwa Barang Bukti yang berhasil kami amankan :

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

1. Enam paket obat 

    berwarna putih

    berlogo Y, yang

    masing-masing paket

    berisi 4 butir.


2. Uang hasil penjualan

    obat berwarna putih

    berlogo Y senilai

    Rp 120.000,- (seratus 

    dua puluh ribu rupiah).


3. Satu unit HP merk 

    Samsung Duos warna

    putih.


4. Satu bungkus rokok 

    Topas isi 12 segaret 

     kretek warna merah.


Lebih juah Arip memaparkan " bahwa

Perkara tindak pidana ini berawal dari informasi masyarakat kepada  anggota Unit Reskrim Polsek Arjasa,  bahwa dirumah Tersangka yang berdampingan dengan Masjid Nurul Mutaqin Dusun.Tegallo Desa Biting Arjasa sering digunakan transaksi Jual/beli Obat-obatan.


Beberapa saat kemudian setelah ada informasi dari masyarakat tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan terkait informasi tersebut diatas, dan kemudian Petugas Unit Reskrim Kepolisian Sektor Arjasa berhasil mengamankan Tersangka beserta Barang Buktinya, dan untuk  selanjutnya Tersangka dan Barang Bukti sebagaimana dimaksud pada point ke-1 sd ke-4 di atas dibawa/amankan di Polsek Arjasa guna pemeriksaan lebih lanjut. " Pungkas Arip kepada media ini.( Mulyono)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact