MGMP Geografi Jember Bikin RPP 2 KBM Dalam 1 Waktu - Kabare Jember

Breaking

MGMP Geografi Jember Bikin RPP 2 KBM Dalam 1 Waktu

MGMP Geografi Jember Bikin RPP  2 KBM Dalam 1 Waktu



Jember,kabarejember.com -----   Perkembangan dunia pendidikan merupakan salah satu yang paling diperhatikan terkait permasalahan di negeri ini pada saat menghadapi wabah pandemic covid-19. 



Kebijakan-kebijakan Pendidikan banyak yang terpengaruhi. Dalam era-era perkembangannya Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) di sekolah pernah dilaksanakan  di rumah. 


Sebanyak 100% siswa di berbagai level Pendidikan menerima dan melaksanakan pembelajaran online. Hal ini dilakukan karena kewaspadaan pemerintah untuk meminimalisasi penularan covid-19 di sekolah. 


Kebijakan pemerintah di dunia Pendidikan juga di dasarkan pada level-level penyebaran covid-19 di sebuah wilayah. Kita tentu saja memperhatikan perkembangan tersebut diberbagai media. 


Misalnya sebuah wilayah Kabupaten berstatus zona merah (wilayah resiko tinggi), maka kebijakan yang diambil yaitu kegiatan belajar siswa 100% dari rumah. 


Dalam perkembangan

nya kita juga menyaksikan sebuah wilayah berstatus zona kuning (wilayah resiko rendah), pada wilayah ini terdapat kebijakan Pembelajaran  Tatap Muka terbatas  (PTM terbatas). 


Misalnya Dalam 1 kelas terdapat 36 siswa, maka 18 siswa belajar di sekolah, sedangkan 18 siswa lainnya harus belajar dari rumah.


Di wilayah kabupaten Jember, sampai saat berita ini ditulis ( 30/10/2021), status level penyebaran covid-19 sudah menunjukan zona kuning. Sejak awal tahun ajaran baru 2021-2022  atau tepatnya awal agustus 2021 siswa SMA secara khusus melaksanakan pertemuan tatap muka terbatas. 


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa

rumusan pembelajaran pada kondisi PTM terbatas juga menjadi kajian bagi guru-guru MGMP Geografi kabupaten jember. 


Dalam beberapa pertemuan MGMP Geografi di Jember selalu berdiskusi, bertukar pikiran dan mengungkapkan pengalaman - pengalaman dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM )di sekolah masing-masing. 


Ada satu tantangan yang menjadi kajian serius dalam sistem 

Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM )

terbatas, salah satunya yaitu jika ada seorang guru di waktu yang  bersamaan mengelola pembelajaran untuk siswa di kelas, dan siswa yang ada di rumah. 


Untuk KBM di kelas, seorang guru dengan optimal melaksanakan

nya, akan tetapi secara bersamaan juga harus mengelola pembelajaran untuk siswa yang di rumah. 


Tentu hal ini menjadi masalah tersendiri. Seperti halnya  yang diungkapkan bapak Dwi Waskito guru SMAN Sukowono dalam pertemuan MGMP bulan oktober 2021, beliau menjelaskan pengalamannya " bahwa Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) bagi siswa yang dirumah sering terhambat, selain faktor gadged, sinyal, dan lain - lain. Hal yang paling menghambat menurut Dwi Waskito adalah ketersampaian materi dan pemahaman materi yang diterima siswa yang saat pembelajaran kebagian belajar dari rumah." Ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan oleh beberapa anggota MGMP Geografi seperti Edi Mulyoto guru SMAN Jenggawah, Bu Umi Fauziah dari SMAN 3 Jember, dan bapak Ishak dari SMAN Umbulsari.Yang pada intinya mereka mengatakan 


"Bahwa  Perencanaan merupakan salah satu langkah mengatasi masalah-masalah dalam pembelajaran Geografi. 


Tidak hanya itu, namun Anggota MGMP geografi Kabupaten jember juga memiliki strategi dalam KBM agar optimal, salah satunya adalah membuat RPP, dan RPP yang dibuat memuat 2 kegiatan dalam 1 waktu.( Langkah - langkah Pembelajaran ) seperti terlihat pada keterangan di bawah ini :


1.Dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTM Terbatas ), guru mengucapkan salam dan membacakan daftar hadir siswa, Sedangkan jika belajar di rumah ( Daring ) guru melalui ponselnya mengetik ucapan salam dan memeriksa jawaban salam tersebut.


2. Dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTM Terbatas ), guru

 mendiskripsikan Kompetensi Dasar ( KD), tujuan dan terget penilaian pada pertemuan tersebut kepada siswa,Sedangkan jika belajar di rumah ( Daring ) guru mendiskripsikan Kompetensi Dasar ( KD), tujuan dan terget penilaian pada pertemuan tersebut kepada siswa dengan cara mengetik melalui ponselnya.


Disinilah  guru geografi memiliki peran penting, setidaknya siswa yang dirumah memiliki pengalaman seperti temannya yang melaksanakan pembelajaran di kelas.  


Salah satu contohnya pada KBM geografi kelas XI IPS pada materi Menganalisis potensi dan persebaran sumber daya pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk ketahanan pangan nasional. 


Disini peranan guru adalah memanfaatkan media internet melalui google untuk membagikan data-data terkait materi yang akan dibahas. 


Hal ini bisa dilakukan siswa dirumah, dan mereka tidak kesulitan dalam mengakses. Kemudian guru memberikan kesempatan membuka google maps, salah satu aplikasi yang pasti ada di semua smartphone siswa. Dan akses ini juga dengan mudah dilakukan bagi siswa yang di rumah.


Sedangkan tugas guru adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuka link internet pada masing-masing kelompok. Artikel pada link tersebut bisa dibuka, dan kapasitas kinerja smartphone siswa mampu membuka artikel yang dibagikan. 


Guru harus memiliki cara agar apa yag disampaikan diakses dengan mudah oleh siswa baik yang belajar di kelas ataupun dirumah.


Menjelang Penutupan acara, ketua MGMP Geografi Kabupaten Jember Abdullah Muizudin,MPd dengan penuh harap bahwa

" Semoga pada pertemuan kali ini , yang mana bapak/ibu sekalian dari awal acara saling berdiskusi, tukar pikiran dan saling berbagi pengalaman dalam Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM), semoga  itu semua dapat  memberikan pemahaman pada kita sebagai pendidik dan juga kita semua  memiliki kewajiban menyampaikan ilmu pengetahuan,  Kesabaran dan keuletan kita dalam merumuskan pembelajaran sangat diuji pada masa pandemic ini. Tentu kita jangan bersikap egois yang selalu berdalih  bahwa target kurikulum harus 100% tercapai." Pungkasnya.


Lanjut Ketua MGMP "Ada strategi-strategi dalam pembelajaran yang bisa kita lakukan karena tidak semua siswa ada di kelas. Sangat bijak dalam memahami karakteristik siswa, dan bijak pula dalam memberikan tugas-tugas kepada siswa sangat diperlukan dalam kondisi sekarang ini ," kilahnya.

( Mulyono ) 



Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact