Bupati Jember Sidak dan Periksa Dokumen Usaha Tambak di Gumukmas - Kabare Jember <>

Breaking

Bupati Jember Sidak dan Periksa Dokumen Usaha Tambak di Gumukmas

Bupati Jember Sidak dan Periksa Dokumen Usaha Tambak di Gumukmas


 Jember, kabarejember.com --    Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tambak udang di kawasan pesisir desa Mayangan dan desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, Minggu (26/09/2021) pagi.


Sidak ini merupakan tindak lanjut  pertemuan petani dan nelayan dengan pengusaha tambak untuk menyelesaikan konflik petani dengan investor di pendopo Wahya Wibawagraha Jember, beberapa waktu yang lalu.


Ikut hadir dalam sidak tersebut, Wakil Bupati Jember, KH Muhammad Balya Firjauan Barlaman, sejumlah Kepala OPD Pemkab Jember, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Eko Heru Sunarso, Kepala Bakesbangpol, Edy Budi Susilo, Plt Kadis Kominfo Pemkab Jember, Boby, didampingi Muspika Gumukmas, kepala Desa Mayang dan Desa Kepanjen.


Rangkaian sidak diawali oleh bupati mengunjungi kantor PT Delta Guna Sukses (DGS) di desa Mayangan, dan memeriksa dokumen usaha tambak, selanjutnya mengecek lokasi tambak secara langsung.


Usai berkeliling tambak, bupati langsung menuju kawasan tambak Desa Kepanjen, di antaranya PT Anugerah tanjung, PT Delta Guna Sukses (DGS) serta PT Makara, untuk ditindaklanjuti, termasuk melihat Instalasi pengelolaan limbah (Ipal).


"Tadi ada 2 PT yang sudah bagus, selebihnya biasalah, belum sempurna. Kami terus terang untuk Ipal belum bisa memutuskan," kata Bupati Hendy kepada media.


Menurut dia, ada satu perusahaan tambak udang yang baru beroperasi, dan baru selesai dibangun sekitar 6-7 bulan lalu. Namun setelah dicek di lapangan dicocokkan dengan peta, bupati menemukan tambak yang berada pada wilayah garis sepadan pesisir, yaitu 100 meter dihitung dari titik air pasang laut.


"Kita lihat ada satu posisi letak tambak ini, berada di garis sepadan pantai. Kami minta kepada ownernya supaya setelah satu panen ini dihentikan terlebih dahulu, kita akan evaluasi dengan teman-teman," katanya.


Dia menegaskan tidak akan gegabah dalam memutus persoalan, seperti memutus melanggar hukum. Pihaknya harus adil kepada semua pihak, termasuk kepada nelayan dan investor. Karena sudah ada patokan, berupa aturan Kementerian Kelautan. 


"Kita datang kesini untuk menegakkan keadilan. Ada komplain dari rakyat kami, para nelayan, wajib kami harus bagian terdepan, untuk menjawab dan memberikan keadilan kepada para nelayan. Bagaimana mana pola manajemen oleh perusahaan-perusahaan tambak, yang ada di pesisir," ujarnya. 


Sementara terkait pengelolaan limbah, tim masih belum bisa memberikan penilaian meskipun secara kasat mata, sebagian sudah cukup bagus. Untuk memastikan hal itu, bupati masih akan mendatangkan ahli. Karena semua yang hadir melakukan sidak, bukan ahli Ipal.


"Kami masih akan mendatangkan ahli Ipal, yang bersertifikat nasional. Karena ahli ini, yang  berwenang mengeluarkan rekomendasi bahwa perusahaan sudah memiliki Ipal yang benar atau tidak," lanjutnya.


Sedangkan salah satu pengelola tambak udang CV Mangkara, Andianto menjelaskan baru 2 bulan 10 hari menebar bibit, pada tambak seluas 1,7 hektar ini. Tambaknya baru dibangun sekitar 7 bulan lalu dan sudah mengantongi beberapa dokumen usaha. 


"Sudah mendapatkan rekomendasi dari penanaman modal sejak bulan Maret tahun 2021," katanya. 


Dia mendapatkan lahan dengan sewa selama 10 tahun seharga Rp 400 juta kepada petani penggarap. Karena dia berharap kepada Bupati Jember masih memberikan kesempatan usaha di Jember.


Selanjutnya Bupati bersama rombongan melanjutkan meninjau tambak lainnya hingga ke ujung pesisir desa Kepanjen. (Her) 


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact