Puluhan Warga Nelayan Kepanjen Gelar Aksi di Masa PPKM - Kabare Jember <>

Breaking

Puluhan Warga Nelayan Kepanjen Gelar Aksi di Masa PPKM

Puluhan Warga Nelayan Kepanjen Gelar Aksi di Masa PPKM


Jember, kabarejember.com -- Masa pandemi dan PPKM tidak menyurutkan niat puluhan warga Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember menggelar aksi Tutup Tambak Sempadan Pantai, Rabu (11/08/2021).


Penolakan ini dipicu dengan adanya aktifitas tambak udang yang disinyalir menggunakan sempadan pantai desa Kepanjen.


Pantauan kabarejember.com di lapangan, puluhan warga dengan mengendarai sepeda motor bergerak dari arah timur ke arah barat sepanjang Jalan Lintas Selatan. Rombongan berhenti di beberapa lokasi tambak untuk memasang banner bertuliskan #Tutup Tambak Sempadan Pantai#.


Selanjutnya rombongan bergerak menuju ke kantor desa Kepanjen dengan maksud menemui kepala desa, namun tidak berhasil menemui Kades dan hanya memasang banner di pagar kantor desa yang kosong,  karena bertepatan dengan hari libur Nasional 1 Muharam.


"Kami menuntut supaya tambak yang beroperasi sepanjang sepadan pantai  kawasan desa Kepanjen harus ditutup, karena merusak lingkungan," jelas Koordinator aksi Tolak Tambak, Setyo Ramirez.


Setyo menjelaskan, bahwa hampir semua tambak yang beroperasi ditengarai belum memiliki ijin dan membuang limbah secara langsung ke laut.


"Sepengetahuan saya, saat ini hanya dua perusahaan tambak yang memiliki ijin yaitu ATG dan DGS, sementara lainnya tidak berijin dan tidak memiliki IPAL," terangnya.


Lebih lanjut, Setyo menjelaskan bahwa gerakan ini murni untuk kepentingan  masyarakat Kepanjen, dan masyarakat berharap agar tambak tidak berijin segera ditutup oleh Pemerintah. Sedangkan tambak yang sudah memiliki ijin agar lebih memperbaiki lagi IPAL nya dan tidak membuang limbah secara langsung ke laut.


Kapolsek Gumukmas AKP Subagio kepada media mengatakan, "Dalam aksi hari ini masyarakat menuntut supaya tambak yang beroperasi di sepadan pantai ditutup agar tidak merugikan masyarakat,


Dalam waktu dekat Muspika Gumukmas akan memanggil pengusaha tambak untuk mengklarifikasi dan mencari solusi terbaik terkait permasalahan tersebut."


Menutup wawancara, Subagio berharap ditemukan solusi yang baik bagi kedua pihak, sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan adanya kegiatan tambak atau sebaliknya, pengusaha tambak tidak rugi dan memberi manfaat bagi masyarakat Kepanjen. 


Terkait aksi tersebut, Subagio mengatakan, "Untuk sifatnya 54 hari ini pemberitahuan, karena di masa pandemi ini tentunya ijin-ijin tidak diberikan, dalam hal ini pemberitahuan yang sekiranya dalam hal ini bisa ditanggapi oleh Pemerintah dan tambak sendiri." (her) 


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact