Perjalanan Hidup Pasutri Dwi Wisno Nugroho dengan Betty Kurniawati Berakhir di PA - Kabare Jember <>

Breaking

Perjalanan Hidup Pasutri Dwi Wisno Nugroho dengan Betty Kurniawati Berakhir di PA

 Perjalanan Hidup Pasutri Dwi Wisno Nugroho dengan Betty Kurniawati Berakhir di PA


Jember,kaberejember.com ----Perjalanan kehidupan rumah tangga 

pasangan suami istri ( pasutri )Dwi Wisno Nugroho yang biasa disapa Wisnu dengan Betty Kurniawati berakhir di Pengadilan Agama Jember. ( Kamis 26/8/2021 ).


Pernikahan keduanya berlangsung pada hari kamis 12 Januari 2006 yang tercatat di Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Kaliwates Jember  dengan kutipan Akta Nikah Nomor : 30/30/1/2006.


Selama menjalani hidup dalam rumah tangga, Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yaitu Kamilia Jinan Nazhifah ( sekarang berusia 14 tahun dan sekolah di SMAN 4 Jember, dan  Athallah Zidane Radhitya umur 5 tahun.


Semenjak tahun 2018 kedua pasangan ini rumah kehidupan  tangganya mulai retak akibat terjadi perselisihan, akhirnya semejak Desember 2018 hingga  Minggu ke-3 di bulan Agustus 2021 pasangan ini terjadi pisah meja ranjang.


Dwi Wisnu Nugroho ( Tergugat ) yang terkesan memiliki pribadi   sangat sabar, luwes dan sosial ini rutin  tiap bulannya masih menafkahi istrinya( penggugat ) dan 2 orang anaknya 


" Kami tetap rutin menafkahi istri dan anak sebesar Rp. 3 sampai 4 juta perbulan walau sudah pisah meja ranjang ".Ucap pria kelahiran 1982 .


Awalnya Dwi Wisnu Nugroho yang akan mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama Jember, namun karena dirinya Aparatur Sipil Negera ( ASN ) harus mengajukan ijin cerai  ke pimpinannya di Jakarta. Proses demi proses sedang berjalan seperti keterangan dari kelurarahan daerah asal ( Kaliwates Kabupaten Jember ), tiba-tiba Wisnu mendapat informasi kalau istrinya yang mengajukan gugatan ke Pengadilan.


Tepatnya pada tanggal 17  mei 2021 Wisnu mendengar kabar kalau sidang sudah berlangsung selama 3 kali sidang di Pengadilan Agama Jember.


" Kami sangat terkejut  setelah mendengar kabar dari anak saya pada tanggal 17 Mei 2021 yang mengabarkan perihal acara sidang di Pengadilan Agama Jember, dan begitu saya cek di info pencarian ternyata sidang itu sudah berlangsung 3 kali persidangan yaitu tanggal 12 April, 19 April dan tanggal 26 April 2021.Anehnya kenapa saya tidak dikasik surat panggilan oleh pihak Pengadilan Agama Jember ataupun oleh Pengadilan Agama Jakarta pusat, ada apa sebenarnya dibalik ini semua ...??" Papar Pria anak ke- 2 dari tiga bersaudara.


Saat  mengikuti acara sidang yang ke-4 ( sidang pertama bagi Dwi Wisnu dalam perkara perdata nomor : 1664/ Pdt.G/2021/PA.Jr.( 23 Juli 2021 ) Ketua Majlis Hakim Pengadilan Agama Jember  Drs. H Baidlowi, SH

Menyuruh Dwi Wisnu Nugroho ( Tergugat ) agar minta ijin cerai ke pimpinannya.


Dwi Wisnu Nugroho ( Tergugat ) akhirnya yang dinas  di 

Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Jakarta Pusat akhirnya mengajukan permohonan ijin, dan tepatnya pada tanggal 2 Agustus 2021 keterangan ijin cerai dari pimpinannya diterima oleh Dwi Wisno Nugroho.


Acara mediasi pada tanggal 21 Juli 2021 yang dilakukan oleh petugas Pengadilan untuk kedua pasangan ini tidak membawa hasil untuk damai. Akhirnya pada hari seni legi tanggal 26/8/2021 ( bersamaan dengan hari kelahiran Dwi Wisnu Nugroho ) sidang yang ke-6 oleh  Majlis Hakim diputus.

" Alhamdulillah pak perkar cerai gugat sudah diputus oleh majelis Hakim Pengadilan Agama Jember. Sekarang saya dan semua keluarga saya sudah pada tenang dan bersyukur kepada Allah karena semua dibalik ujian ataupun cobaan ini ada hikmahnya bagi kami".kilah Wisnu kepada wartawan media ini.


Mendambakan kehidupan rumah tangga yang harmonis, bahagia dan kekal hingga maut yang dapat memisahkan adalah dambaan bagi setiap pasangan suami istri.


Pernikahan yang diharapkan hanya sekali dalam seumur hidup bagi masing-masing pasangan. Namun pada kenyataannya, setelah membina rumah tangga dan menjalani kehidupan seperti yang direncanakan dan  didambakan , tidak sedikit para pasangan suami istri yang pada akhirnya memilih jalan untuk berpisah atau bercerai.


Dalam Undang-undang nomor 7 tahun 1989 tentang peradilan agama menyatakan bahwa perkara gugat cerai  yang berkedudukan sebagai penggugat adalah pihak " istri " sedangkan  suami berkedudukan sebagai " Tergugat ".


Pada dasarnya cerai gugat merupakan perbuatan yang disenangi oleh iblis karena cerai gugat berdampak buruk bagi kehidupan. Adapun yang ditimbulkan oleh cerai gugat adalah ( 1 ) bagi istri yang meminta cerai pada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syara', maka tidak dapat masuk surga karena mencium bau surga saja tidak bisa, ( 2 ) cerai gugat ( Fasakh atau Khulu ) berakibat jatuhnya talak ba'in shugra artinya suami tidak boleh rujuk kepada bekas istrinya, kecuali menikah lagi dan ( 3 ) akibat cerai gugat terhadap anak yang belum mumayyiz mendapatkan hadhanah dari ibunya, sedangkan yang mumayyiz memiliki hak khiyar ( memilih ) yaitu ayah atau ibunya


Namun dalam islam tidak mengenal Cerai gugat ( Fasakh atau Khulu ) . Hukum istri meminta cerai adalah diharamkan jika tanpa alasan syar'i, sebab dalam sebuah hadist Rasullah SAW bersabda " siapa saja perempuan yang menuntut ( meminta ) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan bau surga atas perempuan tersebut " ( HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah ).


( A.Mulyono )

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact