Meski Perolehan Darah Menurun, PMI Jember Tetap Lanjutkan Gabung Tim Penyekatan Perbatasan - Kabare Jember <>

Breaking

Meski Perolehan Darah Menurun, PMI Jember Tetap Lanjutkan Gabung Tim Penyekatan Perbatasan

Meski Perolehan Darah Menurun,   PMI Jember Tetap Lanjutkan Gabung Tim Penyekatan Perbatasan

 


Jember, kabarejember.com – Pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua, PMI Jember merasakan dampaknya secara  langsung terhadap perolehan darah selama Ramadan 1442 H. 


Perolehan kegiatan donor darah sukarela yang digelar tim Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember turun drastis sekitar 45 persen yaitu hanya mencapai 3.465 kantong darah. 


Dibanding Ramadan 1441 H tahun 2020 lalu, kegiatan donor darah yang juga saat Pandemi Covid-19 masih mendapatkan 6.158 kantong.  


Penurunan perolehan darah tidak hanya terjadi di Kabupaten Jember saja.nHampir di sebagian besar kabupaten/ kota di Jawa Timur juga mengalami kemerosotan jumlah perolehan darah dari kegiatan donor darah. 


Meski merosot, sambungnya, stok darah hasil donor darah selama Ramadan mampu mencukupi kebutuhan darah pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jember. Termasuk di RSD dr Soebandi Jember yang menjadi rujukan sejumlah daerah di Jawa Timur Bagian Timur. 


"Hasil perolehan darah dari kegiatan donor darah selama Ramadan 1442 H tahun ini memang turun jauh,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH. 


Menurutnya banyak faktor yang mempengaruhi penurunan hasil donor darah sukarela selama Ramadan 1442 H. “Hampir di semua tempat kegiatan donor darah selama Ramadan turun dibandingkan kegiatan yang sama tahun lalu.

Padahal, ancaman Covid-19 lebih terasa tahun lalu dibandingkan tahun 2021 yang sudah ada penyuntikan vaksinasi Covid-19." Katanya.


Dia menuturkan, antusiasme masyarakat untuk ikut donor darah menurun saat Ramadan 1442 H. “Informasi yang kami terima di daerah yang lain juga sama, selama Ramadan terjadi penurunan perolehan darah selama Ramadan. Saya menilai ini fenomena umum di Indonesia, termasuk di Jember dan sekitarnya,” imbuhnya. 


Lebih lanjut yang penting, semua kebutuhan pasien yang membutuhkan darah terpenuhi. “Memang ada informasi, ada yang butuh darah di media sosial, tetapi setelah dikomunikasikan dengan UDD PMI juga bisa terlayani,” ungkapnya. 


Dia memperkirakan, saat Ramadan 1441 tahun lalu, relawan pendonor berbondong-bondong ambil bagian dalam kegiatan donor darah. Sebab, pada awal pandemi stok darah di UDD PMI sangat tipis. Bahkan, ada info di daerah pasuruan sampai habis. Melihat itu, akhirnya para relawan aktif dalam kegiatan donor darah.


Berbeda dengan Ramadan 1442 tahun ini. Tidak ada publikasi masih tentang menipisnya stok darah. Sehingga, para relawan pendonor menilai stok darah yang ada mampu memenuhi kebutuhan pasien. 


H EA Zaenal Marzuki menambahkan, tim PMI tidak hanya memberikan pelayanan donor darah saja. Kini, relawan PMI juga aktif membantu dalam pos penyekatan perbatasan dan di tempat wisata di Kabupaten Jember. 


Bahkan, bersama tim gabungan, tim PMI memperpanjang tim relawan di pos penyekatan Perbatasan sampai 24 Mei mendatang. “Awalnya tim relawan PMI hanya sampai Senin, tanggal 17 Mei, tetapi pos penyekatan perbatasan diperpanjang hingga 24 Mei, PMI ikut memperpanjang masa tugas para relawan,’ ujarnya. (her/hms) 


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact