Kades Tembokrejo Klarifikasi Penyataan Miring Wanita Pebisnis Arisan Online - Kabare Jember <>

Breaking

Kades Tembokrejo Klarifikasi Penyataan Miring Wanita Pebisnis Arisan Online

 Kades Tembokrejo Klarifikasi Penyataan Miring Wanita Pebisnis Arisan Online



Jember, kabarejember.com --Kepala Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, Suyitno menyesalkan adanya pemberitaan terkait permasalahan antara dirinya dengan seorang wanita, beritial IT, pemilik bisnis arisan online.


Pasalnya, isi pemberitaan tersebut sangat merugikan dan menyudutkan dirinya selaku Kepala Desa. Secara sepihak wanita bernama IT, warga Jember, mengatakan telah menjadi korban pemukulan Kades Suyitno, dan telah melapor ke Polisi.


Rasa kekesalan Kades Suyitno ini disampaikan melalui Koko Rahmadani dari KHYI (Kantor Hukum Yustitia Indonesia) cabang Jember selaku Pendamping Hukum, dalam acara jumpa pers bertempat di rumah keluarganya di Desa Kencong, pada Kamis (06/05/2021). 


"Kami merasa sangat dirugikan dengan pernyataan IT yang mengatakan telah menjadi korban pemukulan oleh Pak Suyitno. Tidak ada kejadian pemukulan ataupun penganiayaan, IT terjatuh sendiri." Kata Koko.


Lebih lanjut Koko menjelaskan, sekitar seminggu yang lalu IT bersama dua orang temannya datang ke rumah Suyitno, dengan maksud mencari salah seorang famili Suyitno, berinisial KR untuk menagih uang arisan.


Kehadiran ketiga perempuan tersebut disambut baik oleh Suyitno, dengan menanyakan maksud kedatangan mereka. Namun IT menjawab  dengan nada kasar dan bersikap kurang pantas, sehingga membuat Suyitno sedikit gusar.


"Masak di bulan Puasa seperti ini mereka datang dengan memakai pakaian yang kurang etis, ketiganya pake rok mini, datang saat maghrib, dan sikapnya kasar." ujar Koko.


Selanjutnya Suyitno dengan sopan mempersilahkan ketiganya untuk meninggalkan rumahnya, karena akan buka puasa dan melakukan sholat maghrib, namun ketiganya menolak dengan sikap kasar. 


Dari dalam rumah, seorang keluarga Suyitno sengaja membunyikan sesuatu yang bersuara sangat keras, sehingga membuat ketiga wanita tersebut terkejut dan lari berhamburan keluar rumah. 


"Saat berlari ini, ketiga korban yang memakai sepatu hak tinggi (hight hill), salah satunya terjatuh, entah terantuk atau mengenai sesuatu, kami tidak tau." Tuturnya.


Lebih lanjut Koko mengatakan, setelah mempelajari isi berita tersebut, Kades Suyitno bersama dirinya berusaha mencari kebenarannya,  menanyakan ke Polsek Gumukmas dan Polres Jember, apakah ada laporan terkait kejadian tersebut.


"Kenyataannya, kami tidak menemukan adanya laporan dari IT, Kami simpulkan bahwa apa yang dikatakan IT kepada media hanyalah rekayasa. Kami akan membuat laporan ke Polres secepatnya, nama kami sudah dicemarkan," kata Koko.


"Selain melapor, kami juga akan melakukan upaya untuk menguak bisnis arisan online ini, apakah terdaftar di OJK atau tidak, karena bisnis seperti ini merugikan banyak orang dengan jumlah ratusan juta rupiah." Pungkasnya. (her) 


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact