LESBUMI PCNU JEMBER ADAKAN SAKOLA MAMACA , Lesbumi dan ISNU PCNU Jember Bertekat Melahirkan Generasi Muda Penerus Tradisi Mamaca - Kabare Jember <>

Breaking

LESBUMI PCNU JEMBER ADAKAN SAKOLA MAMACA , Lesbumi dan ISNU PCNU Jember Bertekat Melahirkan Generasi Muda Penerus Tradisi Mamaca

 LESBUMI PCNU JEMBER ADAKAN SAKOLA MAMACA , Lesbumi dan ISNU PCNU Jember Bertekat Melahirkan Generasi Muda Penerus Tradisi Mamaca



Jember,kabarejember.com 

------ Merawat Tradisi, Membaca Diri merupakan tagline Lesbumi PCNU Jember ketika meluncurkan program unggulan Sakola Mamaca. Peluncuran program tersebut bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’Raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masjid Nurus Shobirin Panti Asuhan Noer Mulyani dalam kompleks PP Asy Syifa Cumedak Sumberjambe. Sangat menarik, sebab dalam teks mamaca yang dibacakan menyajikan narasi-narasi sejarah Nabi Muhammad yang dilantunkan dengan metrum Kasmaran, Sinom oleh pewaris sepuh tradisi mamaca, yakni Pak Nursia dan Pak Nurul dari Ledokombo.


Adapun pemateri yang hadir adalah Dr. Hobri, M.Pd. sekaligus ketua ISNU PCNU Jember memaparkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama dan oleh berbagai pihak. Salah satu budaya yang dimaksud yaitu budaya mamaca/macopat di masyarakat terutama masyarakat Madura dan Jawa. 

 Komunitasnya saat ini semakin langka, bahkan hanya ditekuni sebagian kecil masyarakat, informasinya hanya 4 orang, itupun sdh lanjut usia. Ini tidak bisa kita biarkan begitu saja, harus ada kesadaran bersama seperti program cemerlang Lesbumi yakni Sakola Mamaca, upaya pelestarian ini bertujuan meneruskan tongkat estafet kepada generasi muda, terutama kepada siswa dan santri. Sehingga akan tercipta generasi penerus yang handal dalam melakukan, memahami, dan menginterpretasi macopat. Saya bertekat melalui Lesbumi dan ISNU akan mengupayakan agar tradisi mamaca masuk dalam kurikulum pesantren, kita siap menerbitkan sertifikat atau surat keterangan kompetensi atau keahlian sebagai bukti keterampilannya, saya kira cara ini efektif dalam melestarikan tradisi mamaca,” pungkasnya.  


Hal ini diamini KH. Nisful Lailai Iskamil yang juga sebagai pemateri, beliau mengatakan bahwa “Program Sakola Mamaca ide yang tepat pada saat ini, sebab sangat dibutuhkan untuk pelestarian tradisi mamaca. Setelah saya amati, pahami ternyata dalam teks mamaca itu terkandung nilai-nilai luar biasa yang bersumber dari Islam, baik yang terkait dengan sejarah Nabi Muhammad SAW maupun terkait ajaran Islam.  

Hal tersebut merupakan bukti bahwa tradisi mamaca tidak berseberang dengan pokok-pokok syariat Islam, ini adalah tradisi yang baik sebagai syiar Islam di masyarakat akar rumput,” ujar beliau yang juga sebagai tuan rumah dalam perhelatan kegiatan tersebut.


Sementara ketua Lesbumi menyampaikan bahwa program Sakola Mamaca diupayakan terus berkesinambungan, hingga melahirkan generasi muda yang mampu membaca teks mamaca dengan baik. Oleh karena itu, beliau menjelaskan bahwa akan ada edisi ke-2 dan selanjutnya pada program Sakola Mamaca “Nanti pada edisi ke-2 kita fokuskan pada teknik-teknik dasar membaca teks mamaca, mulai mengenal metrum atau tembang, latihan membaca, pembukuan dan pendokumentasian naskah mamaca dan banyak hal yang perlu kita kerjakan bersama-sama, ini tanggung jawab moral dan kultural yang boleh dibilang lumayan berat” demikian ujarnya saat ditemui setelah acara selesai.


Dengan adanya kegiatan ini pelaku tradisi mamaca sangat senang, ada generasi muda yang ingin belajar mamaca “kami sudah 30 tahun mengabdikan diri melestarikan tradisi mamaca, sering ditanggap atau diundang setiap ada hajatan nikah, selamatan rumah dan lain-lain. Semoga dengan adanya program ini, ada yang kelak meneruskan tradisi ini, eman-eman ini warisan leluhur yang harus kita jaga, kalau bukan kita siapa lagi?” pungkasnya. (iza/afa) 


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact