Tanaman Pisang Berdiri di Jalan Beraspal - Kabare Jember <>

Breaking

Tanaman Pisang Berdiri di Jalan Beraspal

Tanaman Pisang Berdiri di Jalan Beraspal

 


Jember,kabarejember.com 

---Pengguna jalan raya propinsi dari arah Kasiyan ke Kencong disuguhi pemandangan menarik yaitu tumbuhnya tanaman pisang di jalanan aspal berlubang yang kemungkinan dipasang oleh masyarakat sebagai tanda atau rambu bagi pengguna jalan bahwa jalanan tersebut berlubang, Sabtu (09/01/2021).


Pantauan dari kabarejember.com, di jembatan perbatasan antara desa Mlokorejo kecamatan Puger dan Desa Bagorejo kecamatan Gumukmas terdapat tumpukan dedaunan dan bekas sebuah kursi bambu teronggok tepat di lubang jalan jembatan, layaknya sebuah rambu yang menandakan bahwa jembatan itu berlubang.


Sementara di beberapa titik sepanjang jalan raya kecamatan Gumukmas terdapat sebanyak 7 tanaman pisang menghiasi jalan raya berlubang.


Lokasi adanya tanaman pisang tersebut berada di timur KUA Gumukmas,  timur SMP Islam Gumukmas, pertigaan. Lampu merah Gumukmas, Barat kantor NU Gumukmas, sekitar Kuburan Cina sebanyak 2 pohon, dan depan kantor. Koramil.


Menurut seorang pemuda, Adi (30), warga Desa Karangrejo Kecamatan Gumukmas yang tergabung dalam komunitas Pemuda Peduli Gumukmas, kepada kabarejember.com menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan Propinsi sepanjang kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember yang sebagian besar rusak parah dan berlubang.


"Kondisi jalan yang rusak mempersulit para pengguna jalan, jalan raya bagian pinggir banyak yang rusak, jadi pengguna jalan terkadang harus berebut jalan bagian tengah yang masih bagus. Akibatnya sudah seringkali terjadi kecelakaan. Kami ingin jalan raya ini segera diperbaiki oleh Pemerintah."kata Adi.


Sementara menurut wakil komisi D DPRD Kabupaten Jember, NURHASAN, kepada kabarejember.com terkait kondisi jalan Propinsi jalur selatan yang rusak, melalui selular mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi di wilayah Jember selatan sangat pesat dengan berdirinya pabrik semen Imasco Puger dan pabrik semen Puger. Selain itu adanya swalayan atau toko rabat seperti Dira Kencong atau Lariso Kencong. Dalam operasionalnya mereka banyak  mempergunakan kendaraan berat sebagai sarana transportasi.


"Banyaknya kendaraan  berat yang melintas  dari Puger ke Lumajang ataupun sebaliknya ini ikut andil mempercepat kerusakan jalan. Sampai saat ini tidak ada peningkatan mutu jalan, sementara beban kendaraan tonase nya berat."kata Nurhasan.


Masih menurut Nurhasan, seharusnya pihak Dinas PU Propinsi segera melakukan peningkatan mutu dan kelas jalan, seperti yang sudah dilakukan mulai pertigaan Kasiyan sampai perbatasan Mlokorejo. "Jalanan mestinya diurug terlebih dahulu baru kemudian diaspal seperti di Kasiyan, bukan hanya ditambal sulam, apalagi kalau dilakukan pada musim hujan, setelah ditambal seminggu kemudian rusak mengelupas dan berlubang."


"Semoga menjadi perhatian dari Ibu Gubernur dan Komisi C DPRD Jawa Timur. Sudah saatnya peningkatan mutu jalan bukan tambal sulam."pungkas Nurhasan. (heri)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact