Kades Ngampelrejo Berjanji Usut Tuntas Dugaan Skandal PKH - Kabare Jember <>

Breaking

Kades Ngampelrejo Berjanji Usut Tuntas Dugaan Skandal PKH

Kades Ngampelrejo Berjanji Usut Tuntas Dugaan Skandal PKH

 


Jember, kabarejember.com 

 -- Puluhan penerima PKH Desa Ngampelrejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jember meluruk kantor Desa Ngampelrejo,  Senin (09/11/2020) pagi.


Dari absen yang disodorkan sekitar 61 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertanda tangan.

Mereka mengadu  permasalahan terkait PKH di Desa Ngampelrejo Kecamatan Jombang yang diduga telah terjadi penyelewengan.


Mereka mengungkapkan  kekhawatirannya, karena ada dugaan uang PKH yang menjadi hak mereka diselewengkan oleh ketua kelompok ataupun pendamping PKH. ( Berita terkait kabarejember.com  tanggal 3-11-2020 : Diduga Uang PKH Puluhan KPM Desa Ngampelrejo Dibuat Bancakan - https://www.kabarejember.com/2020/11/diduga-uang-pkh-puluhan-kpm-desa.html )


Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Desa,  BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa tersebut, masyarakat penerima PKH meminta agar kepala desa mengusut tuntas dugaan penyelewengan uang PKH. 


Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngampelrejo, Nasyihuddin (Asik) mengungkapkan keprihatinannya dengan adanya pemotongan uang PKH. "Saya mohon kepada pihak kepolisian membantu untuk mengusut tuntas permasalahan ini"katanya.


Asik juga mengatakan menolak surat pernyataan pengembalian uang PKH yang telah dibuat dan disodorkan kepadanya pasca permasalahan PKH di Ngampelrejo mencuat. "Meskipun alasannya sudah diselesaikan dengan kekeluargaan saya tetap menolak, karena ini sudah keterlaluan dan saya minta diusut tuntas."


"Mungkin di daerah lain juga terjadi hal seperti ini, tetapi mau lapor mungkin tidak berani dengan alasan ini itu. Tapi mungkin dimulai dari Ngampelrejo inilah kebenaran akan terungkap. Saya mohon doa ibu, bapak, dan masyarakat supaya permasalahan ini bisa dituntaskan."pungkas Asik.


Usai pertemuan, kepada media, kades Asik menjelaskan hasil pertemuan, bahwa intinya masyarakat yang datang khawatir bantuan PKH mereka  juga diselewengkan seperti milik KPM yang sebelumnya telah melapor ke kepala desa. 


"Saya sarankan untuk print out langsung dari bank, kalo nantinya terbukti langsung saja dilaporkan. Saya siap mendampingi dan membantu masyarakat untuk mengusut tuntas persoalan PKH."ucapnya.


Asik berharap masyarakat tidak perlu takut melapor ke polisi apabila memang nanti setelah print out terbukti ada penyelewengan. "Insa Allah saya besok (Selasa, 10/11) akan ikut mendampingi masyarakat meminta print out di BNI Tanggul."kata Asik.(heri)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact